Minggu, 19 Februari 2012


Psikologi Abnormal
Psikologi Abnormal merupakan salah satu cabang dari psikologi yang berhubungan dengan psikopatologi dan perilaku abnormal.  Secara umum abnormal itu sendiri merupakan perilaku yang menyimpang dari normal atau indicates something that is outside of the norm. Bagaimana pengertian psikologi abnormal secara khusus ?, maka berikut ini merupakan definisi dari yang dikemukakan oleh beberapa sumber dan pakar.
Menurut Kartini Kartono (2000: 25), psikologi abnormal adalah salah satu cabang psikologi yang menyelidiki segala bentuk gangguan mental dan abnormalitas jiwa.
Singgih Dirgagunarsa (1999: 140) mendefinisikan psikologi abnormal atau psikopatologi sebagai lapangan psikologi yang berhubungan dengan kelainan atau hambatan kepribadian, yang menyangkut proses dan isi kejiwaan.
Berkenaan dengan definisi psikologi abnormal, pada Ensiklopedia Bebas Wikipedia (2012) Psikologi abnormal adalah salah satu cabang psikologi yang berupaya untuk memahami pola perilaku abnormal dan cara menolong orang-orang yang mengalaminya.
Definisi psikologi abnormal juga dapat dijumpai di Merriem-Webster OnLine (2009). Pada kamus online tersebut dinyatakan : “Abnornal psychology : a branch of psychology concerned with mental and emotional  disorders (as neuroses, psychoses, and mental retardation) and with certain incompletely understood normal phenomena (as dreams and hypnosis)”
Dalam kamus lengkap psikologi, psikopatologi merupakan cabang psikologi yang berkepentingan dengan penyelidikan penyakit mental, gangguan mental dan gejala-gejala abnormal lainya.
Berdasarkan lima pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa psikologi abnormal merupakan cabang dari psikologi yang secara khusus memahami dan menyelediki gejala-gejala abnormal, perilaku abnormal, kelainan dan hambatan,selain itu juga mengenai cara menolong seseorang yang mengalaminya.

Abnomal
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, abnormal merupakan perilaku yang menyimpang atau diluar dari perilaku normal. Dalam kamus lengkap psikologi, oleh J.P Chaplin; abnormal merup;akan berbeda atau sangat menyimpang dari kenormalan. Untuk lebih jelasnya terdapat beberapa tinjauan dalam memahami konsep abnormal :
1.      Konsep statistic (sttistik infrequency)
     Perspektif ini menggunakan pengukuran statistik dimana semua variabel yang yang akan diukur didistribusikan ke dalam suatu kurva normal atau kurva dengan bentuk lonceng..Dalam distribusi-distribusi statistic, istilah abnormal menyatakan skor atau angka-angka yang atypis atau yang diluar kenormalan atau yang diluar jarak dari skor-skor yang diharapkan. J.P Chaplin (1961:2). Selain itu, Secara statistik suatu gejala dinyatakan sebagai abnormal bila menyimpang dari mayoritas. Kebanyakan orang akan berada pada bagian tengah kurva, sebaliknya abnormalitas ditunjukkan pada distribusi di kedua ujung kurva..  Dengan demikian seorang yang jenius sama-sama abnormalnya dengan seorang idiot, seorang yang jujur menjadi abnormal diantara komunitas orang yang tidak jujur. .

2.      Unexpectedness
    Biasanya perilaku abnormal merupakan suatu bentuk respon yang tidak diharapkan terjadi. Contohnya seseorang tiba-tiba menjadi cemas (misalnya ditunjukkan dengan berkeringat dan gemetar) atau merasa sangat sedih ketika berada di tengah-tengah suasana keluarganya yang berbahagia. Atau seseorang mengkhawatirkan kondisi keuangan keluarganya, padahal ekonomi keluarganya saat itu sedang meningkat. Respon yang ditunjukkan adalah tidak diharapkan terjadi.

3.      Konsep sosio-kultur (Violation of norms)
Perilaku yang dilakukan di pertimbangkan berdasarkan konteks social dimana perilaku tersebut terjadi dan dilakukan. Setiap masyarakat pasti memiliki seperangkat norma yang berfungsi sebagai pengatur tingkah laku para anggotanya. Individu sebagai anggota masyarakat dituntut untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial dan susila di mana dia berada. Bila individu tingkah lakunya menyimpang dari norma-norma tersebut, maka dirinya dinyatakan sebagai individu yang tidak normal. Sehingga konteks ini merupakan suatu konsep yang sangat relative karena sangat bergantung dengan aturan yang berlaku didalam masyarat dan budaya pada saat itu. Walaupun kriteria ini dapat membantu untuk mengklarifikasi relativitas definisi abnormal sesuai sejarah dan budaya tapi kriteria ini tidak cukup untuk mendefinisikan abnormalitas.
4.      Personal Distress
Dalam konsep ini, perilaku seseorang dinyatakan dalam abnormal apabila perilaku tersebut mengganggu dirinya dan orang lain. Akan tetapi tidak semua gangguan, kesakitan dan penderitaan dapat dinyatakan abnormal. Konsep ini lebih cenderung bersifat subjektif dalam menentukan standar distress seseorang dan sulit diberlakukan secara umum memakai standar dari orang tertentu.
5.      Disability
Konsep ini mengacu kepada kesulitan individu untuk mencapai tujuan karena abnormalitas yang dialaminya. Tetapi tidak dapat secara tepat juga seseorang yang mengalami abnormalitas dapat mengalami disability.
6.      Konsep patologis
Tingkah laku Seseorang yang dapat digolongkan kepada abnormal, apabila terdapat simtom-simtom klinis tertentu.
7.      Konsep Penyesuaian diri
Seseorang yang dinyatakan dapat melakukan penyesuaian diri dengan baik bila seseorang yang bersangkutan dapat menangani setiap masalah dihadapinya dengan berhasil. Akan tetapi apabila dalam menghadapi masalah yang dialami dirinya menunjukkan kecemasan, kesedihan, ketakutan, sehingga masalah yang dihadapinya tidak dapat terselesaikan dengan baik, maka dikatakan bahwa penyesuaian dirinya tidak baik. Sehingga dalam hal ini orang tersebut tidak normal.

Maka, setelah kita melihat bahwa dalam mengkategorikan perilaku atau tingkah laku, seseorang menjadi abnormal sangatlah tidak mudah. Banyak hal-hal dan criteria-kriteria yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dan tidak ada criteria yang secara sempurna dapat membedakan perilaku seseorang dikategorikan normal atau abnormal.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_Abnormal
http://www.scribd.com/doc/34873082/2/A-PENGERTIAN-PSIKOLOGI-ABNORMAL
http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/06/pengertian-psikologi-abnormal.html
http://psychology.about.com/od/abnormalpsychology/f/abnormal-psychology.htm
Psikologi Abnormal, oleh :M.Fakhrurrozi,S.Psi
Kamus Lengkap Psikologi, J.P Chaplin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar