Minggu, 26 Februari 2012

Analisa Kasus Very Idham Henyansyah (Ryan-Jombang)

Pada tugas analisa kasus ini, saya memilih kasus 3 yaitu Kasus Ryan Jombang, "Homoseksual" dan "Pembunuh", saya memilih kasus ini dikarenakan data-data yang dapat dikumpulkan akan lebih lengkap dan akan lebih sesuai untuk dianalisa.

Pada tugas kali ini, yang di perintahkan adalah :
·         Investigasi kasus secara detail
·         Memberikan analisa secara pribadi dengan menggunakan kriteria DSM IV, apakah pelaku dalam kasus ini termasuk kedalam abnormal atau tidak

Informasi dan data, secara lengkap semua informasi dapat diakses pada : http://id.wikipedia.org/wiki/Very_Idham_Henyansyah

Untuk berita-berita penunjang :
http://sighuraba.wordpress.com/2008/08/01/‘ryan-abnormal…’/
Kriteria DSM IV :
1.      Disfungsi Psikologis
2.      Impairement (Hendayan)
3.      Respon Atipikal

Analisa Kasus:
Berikut ini akan diuraikan secara satu persatu berdasarkan criteria tersebut. Yaitu :
a.       kriteria Disfuungsi Psikologis
Dalam kriterika disfungsi psikologis, harus dilihat dari tiga aspek meliputi (kognitif, afektif dan konatif/psikomotorik).
-          Pada aspek kognitif, dalam melakukan setiap aksinya ryan melakukanya dalam keadaan sadar dan menyadari konsekuensi yang akan dihadapinya. ( 11 korban ryan). Berdasarkan data yang ditemukan, dalam pikiran dan perilaku yang dilakukan riyan tidak dapat diprediksikan dan dikontrol. Dalam proses mutilasi yang dilakukan pada Heri santoso, hal ini juga menunjukkan terdapatnya gangguan kognitif.
-          Pada aspek afektif, berdasarkan cerita yang bersumber dari keluarganya terutama orang tuanya, Ryan sering sekali tidak mampu mengendalikan emosinya. Sejak masa SMP, ryan juga senang dan merasa nyaman apabila berteman dengan perempuan. Selain itu perasaan cemburu yang berlebihan dan dendam dengan ditunjukkanya pada kasus-kasus pembunuhan.
-          Pada aspek konatif atau psikomotorik, data yang diperoleh dari kedua orang tuanya, ryan pernah melempar Bapaknya dengan sandal, juga pernah menamparnya. Pernah pula melempar ibunya dengan gelas, membuang nasi yang baru dimasak ibunya, karena belum tersedia lauk ketika ia hendak makan. Pernah mengejar-ngejar ibunya dengan membawa pisau (senjata tajam). Selain itu sejak masa SMP, ryan juga sudah lebih menyukai kegiatan-kegiatan perempuan dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan laki-laki. Tindakan pembunuhan dan memutilasi para korbanya.


  b. Kriteria Impairement (Handayan), bila dilihat dari kasus riyan proses impairement secara fisik pada diri ryan tidak terjadi,tetapi secara psikologis ryan mengalami masalah. Dimana hal ini di tunjukkan pada sikap kekhawatiran yang berlebihan (kecenderungan untuk paranoid) terhadap pasanganya untuk melakukan perselingkuhan. Dalam proses ppembunuhan, ryan juga dalam keadaan sadar hal ini berarti ryan telah menekan dan menghilangkan rasa bersalah yang ada dalam dirinya. Sehingga secara tidak  langsung ryan telah melakukan perusakan dirinya pada aspek psikologis.


c.    Respon Atipikal, pada criteria ini sangat jelas sekali riyan masuk kedalam criteria ini karena pembuhan dan mutilasi sudah melanggar norma, hokum dan aturan yang berlaku di masyarakat. Selain itu walaupun homoseksual sudah tidak termasuk gangguan, tetapi didalam masyarakat Indonesia belum dapat menerima seutuhnya perilaku homoseksual.

Sehingga berdasarkan ketiga kriteria tersebut, maka ryan termasuk kedalam abnormal.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar