Pada tugas analisa kasus ini, saya memilih kasus
3 yaitu Kasus Ryan Jombang, "Homoseksual" dan "Pembunuh",
saya memilih kasus ini dikarenakan data-data yang dapat dikumpulkan akan lebih
lengkap dan akan lebih sesuai untuk dianalisa.
Pada tugas kali ini, yang di perintahkan adalah :
·
Investigasi kasus secara detail
·
Memberikan analisa secara pribadi dengan
menggunakan kriteria DSM IV, apakah pelaku dalam kasus ini termasuk kedalam abnormal atau tidak
Informasi
dan data, secara lengkap semua informasi dapat diakses pada : http://id.wikipedia.org/wiki/Very_Idham_Henyansyah
Untuk
berita-berita penunjang :
http://sighuraba.wordpress.com/2008/08/01/‘ryan-abnormal…’/
Kriteria DSM IV :
1.
Disfungsi Psikologis
2.
Impairement (Hendayan)
3.
Respon Atipikal
Analisa Kasus:
Berikut ini akan diuraikan secara satu persatu
berdasarkan criteria tersebut. Yaitu :
a.
kriteria Disfuungsi Psikologis
Dalam kriterika disfungsi
psikologis, harus dilihat dari tiga aspek meliputi (kognitif, afektif dan
konatif/psikomotorik).
-
Pada aspek kognitif, dalam melakukan setiap aksinya
ryan melakukanya dalam keadaan sadar dan menyadari konsekuensi yang akan
dihadapinya. ( 11 korban ryan). Berdasarkan data yang ditemukan, dalam pikiran
dan perilaku yang dilakukan riyan tidak dapat diprediksikan dan dikontrol. Dalam
proses mutilasi yang dilakukan pada Heri santoso, hal ini juga menunjukkan
terdapatnya gangguan kognitif.
-
Pada aspek afektif, berdasarkan cerita yang bersumber
dari keluarganya terutama orang tuanya, Ryan sering sekali tidak mampu
mengendalikan emosinya. Sejak masa SMP, ryan juga senang dan merasa nyaman
apabila berteman dengan perempuan. Selain itu perasaan cemburu yang berlebihan
dan dendam dengan ditunjukkanya pada kasus-kasus pembunuhan.
-
Pada aspek konatif atau psikomotorik, data yang
diperoleh dari kedua orang tuanya, ryan pernah melempar Bapaknya dengan sandal,
juga pernah menamparnya. Pernah pula melempar ibunya dengan gelas, membuang
nasi yang baru dimasak ibunya, karena belum tersedia lauk ketika ia hendak
makan. Pernah mengejar-ngejar ibunya dengan membawa pisau (senjata tajam). Selain
itu sejak masa SMP, ryan juga sudah lebih menyukai kegiatan-kegiatan perempuan
dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan laki-laki. Tindakan pembunuhan dan memutilasi
para korbanya.
Sehingga berdasarkan ketiga kriteria tersebut, maka ryan termasuk kedalam abnormal.
b. Kriteria
Impairement (Handayan), bila dilihat dari kasus riyan proses impairement secara
fisik pada diri ryan tidak terjadi,tetapi secara psikologis ryan mengalami
masalah. Dimana hal ini di tunjukkan pada sikap kekhawatiran yang berlebihan
(kecenderungan untuk paranoid) terhadap pasanganya untuk melakukan
perselingkuhan. Dalam proses ppembunuhan, ryan juga dalam keadaan sadar hal ini
berarti ryan telah menekan dan menghilangkan rasa bersalah yang ada dalam
dirinya. Sehingga secara tidak langsung
ryan telah melakukan perusakan dirinya pada aspek psikologis.
c. Respon
Atipikal, pada criteria ini sangat jelas sekali riyan masuk kedalam criteria ini
karena pembuhan dan mutilasi sudah melanggar norma, hokum dan aturan yang
berlaku di masyarakat. Selain itu walaupun homoseksual sudah tidak termasuk
gangguan, tetapi didalam masyarakat Indonesia belum dapat menerima seutuhnya
perilaku homoseksual.
Sehingga berdasarkan ketiga kriteria tersebut, maka ryan termasuk kedalam abnormal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar