Minggu, 11 Maret 2012

Analisis Kasus: Menentukan Abnormal atau Normal

Pada artikel sebelumnya, yaitu kasus ratna yang ternyata tidak tergolong abnormal karena tergolong kedalam indra keenam, dan dalam pandangan masyarakat Indonesia termasuk kedalam normal. Sama seperti kasus ratna, kasus ini bertujuan untuk menentukan termasuk kedalam normal atau abnormal.
Kasus :
Ibu H merasa bahwa sejak ia hamil anak ketiga, ia dapat merasakan apa yang akan terjadi di masa depan. Misalnya hanya dengan melihat wajah orang, H tahu orang itu baik atau jahat. Keadaan ini kadang-kadang mengganggu ketenangannya. Ia juga mengaku bahwa kemampuan seperti itu juga dimiliki ibunya sebelum meninggal. Menurut cerita keluarga, ibunya masih memiliki hubungan dengan kiai sakti dari Cirebon.

Hasil Analisa :
1. Disfungsi Psikologis
  • Afektif: pada aspek ini ibu H tidak mengalami gangguan, kalaupun mengalami gangguan terhadap ketenangan tetapi hal itu tidak terlalu sering.
  • Kognitif: Pada aspek ini ibu H mengalami gangguan, kerena dapat mengkategorikan/mengklasifikasikan seseorang baik atau jahat dari wajah seseorang.
  • Psikomotor: aspek ini, ibu H tidak mengalami gangguan.
2. Distres:
  • Dalam kasus diatas, tidak terlihat ibu H merusak atau menyakiti dirinya secara fisik dan kalaupun secara psikis berupa gangguan ketenangan tidak terlalu sering dialami.
3. Respon Apikal
  • Secara pandangan masyarakat lokal, kasus ini termasuk kedalam normal dimana tergolong kedalam indra keenam yang dapat diwariskan atau diturunkan dari orang tua. sehingga dalam aspek respon apikal tidak tergolong abnormal.


Sehingga berdasarkan aspek-aspek penentuan abnormal dan normal dari DSM-IV, maka Ibu H termasuk kedalam Normal.

Catatan: data yang dipaparkan dalam kasus ibu H sangat terbatas sehingga bisa saja indikasi gangguan atau tidak dapat mengalami perubahan apabila data yang diperoleh lebih lengkap. Analsa yang dipaparkan tersebut berdasarkan data yang dipaparkan dan pemahaman saya dari proses pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar